Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pemira FH Unsam Dibuka, Kesadaran Politik Mahasiswa Diuji

Foto: Sekretariat KPRM FH Unsam 2026 (Fatih/jurista)

Pendaftaran Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Hukum Universitas Samudra resmi dibuka pada hari ini, Kamis (5/3/2026). Agenda tahunan ini bukan sekadar prosedur memilih eksekutif dan legislatif saja, tetapi merupakan momentum menguji kedewasaan demokrasi mahasiswa.

Sebagai mahasiswa hukum, demokrasi bukan lagi konsep yang asing. Kita mempelajari hal tersebut di dalam ruang kelas. Namun itu akan kehilangan makna jika dalam praktik Pemira tidak terjadi sebagaimana mestinya, seperti partisipasi yang rendah, pilihan didasarkan pada kedekatan personal, atau visi-misi yang hanya menjadi formalitas.

Pemira seharusnya menjadi ruang politik gagasan, bukan sekadar kompetisi popularitas semata. Pemilih dituntut rasional dengan menilai kapasitas, integritas, dan program kerja dari tiap kandidat, bukan sekadar relasi pertemanan atau loyalitas kelompok. Demokrasi yang sehat lahir dari kesadaran, bukan tekanan sosial atau euforia sesaat.

Di sisi lain, integritas proses juga menjadi kunci. Transparansi dan netralitas Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa Fakultas Hukum (KPRM FH) menjadi penentu legitimasi hasil pemilihan. Tanpa itu, kepercayaan akan sulit dibangun di kalangan mahasiswa.

Yang dipertaruhkan dalam Pemira bukan hanya siapa yang menang. Yang sedang diuji adalah kesadaran politik mahasiswa Fakultas Hukum itu sendiri. Jika demokrasi kampus tidak dimaknai secara serius, maka kita sedang gagal mempraktikkan nilai yang setiap waktu kita pelajari.

Pemira telah dibuka. Saatnya memilih dengan akal sehat dan tanggung jawab.